Pengekor Agama dan Kebudayaan Non Muslim

Pengekor Agama dan Kebudayaan Non Muslim – Yang dimaksud di sini adalah cara-cara beragama kelompok rasionalis dan ahlul bidah yang membuat-buat ibadah agama sendiri setelah para nabi-nabi mereka (tiada).

3456 – حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Abu Saied al-Khudri rodiyallohu anhu meriwayatkan bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara beragama orang-orang sebelum kalian, sejengkah-sejengkal dan selangkah-selangkah, sampai-sampai kalau mereka masuk ke lobang biawakpun, niscaya kalian akan juga menempuh yang sama”. Kami lalu bertanya: “Yahudi dan Nashrani maksudnya ya Rosululloh?”. Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (Hadis riwayat al-Bukhori: 3456)

7319 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ (شِبْرًا شِبْرًا) وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ (وَذِرَاعًا ذِرَاعًا) فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنِ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ

Abu Huroiroh rodiyallohu anhu meriwayatkan bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Hari kiamat akan terjadi saat umatku sudah menjiplak budaya-budaya masa lalu sejengkal-sejengkal dan selangkah-selangkah”. Kami bertanya: “seperti Persia dan Romawi ya Rosululloh?” Beliau menjawab: “Tidak ada lagi selain mereka”. (Hadis riwayat al-Bukhori: 7319)

al-Mula Ali al-Qori rohimahulloh mengatakan:

وَالْمُرَادُ هُنَا طَرِيقَةُ أَهْلِ الْأَهْوَاءِ وَالْبِدَعِ الَّتِي ابْتَدَعُوهَا مِنْ تِلْقَاءِ أَنْفُسِهِمْ بَعْدَ أَنْبِيَائِهِمْ، مِنْ تَغَيُّرِ دِينِهِمْ وَتَحْرِيفِ كِتَابِهِمْ، كَمَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ

“Yang dimaksud di sini adalah cara-cara beragama kelompok rasionalis dan ahlul bidah yang membuat-buat ibadah agama sendiri setelah para nabi-nabi mereka (tiada), berbentuk perubahan agama-agama mereka dan perubahan kitab-kitab mereka, seperti yang terjadi pada Bani Israel, selangkah-selangkah”. (Mirqotul Mafatih: 8/3360)

Ketika menjelaskan dua redaksi yang berbeda padahal tentang satu kasus yang sama, yaitu “Yahudi-Nasrani” dan “Persia-Romawi”, Ibnu Hajar al-Asqolani menjelaskan perbedaannya:

وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ الْجَوَابُ اخْتَلَفَ بِحَسَبِ الْمَقَامِ فَحَيْثُ قَالَ فَارِسُ وَالرُّومُ كَانَ هُنَاكَ قَرِينَةٌ تَتَعَلَّقُ بِالْحُكْمِ بَيْنَ النَّاسِ وَسِيَاسَةِ الرَّعِيَّةِ وَحَيْثُ قِيلَ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى كَانَ هُنَاكَ قَرِينَةٌ تَتَعَلَّقُ بِأُمُورِ الدِّيَانَاتِ أُصُولِهَا وَفُرُوعِهَا

Mungkin jawabannya berbeda menurut kondisi masalah. Jawaban “Persia dan Romawi” adalah berkaitan dengan hukum masyarakat dan politik rakyat. Sedangkan jawaban “Yahudi dan nasrani” adalah berkaitan dengan urusan agama, baik yang ushuluddin maupun masalah-masalah furu”. (Fathul Bari: 13/301)

Dalam agama dan ibadah kita ikuti yahudi dan nasrani…
Dalam budaya, hukum dan politik kita ikut Persia atau Romawi..

Mana yang Islam kalau begitu? 
Pemalsuan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *