Nasihat Sahabat Mulia

Nasihat Sahabat Mulia – Menjelang wafatnya, Abu Bakr rodiyallohu ‘anhu memenggil Umar bin al-Khottob rodiyallohu ‘anhu dan berkata kepadanya: “Wahai Umar, bertakwalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya ada perbuatan yang harus dikerjakan untuk Alloh pada malam hari yang tidak diterima-Nya jika dikerjakan pada siang hari.”

80 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ ، حدثنا بِشْرُ بْنُ مُوسَى ، حدثنا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى ، حدثنا فِطْرُ بْنُ خَلِيفَةَ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَابِطٍ ، قَالَ : لَمَّا حَضَرَ أَبَا بَكْرٍ الْمَوْتُ دَعَا عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا فَقَالَ لَهُ : اتَّقِ اللَّهَ يَا عُمَرُ , وَاعْلَمْ أَنَّ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَمَلًا بِالنَّهَارِ لَا يَقْبَلُهُ بِاللَّيْلِ , وَعَمَلًا بِاللَّيْلِ لَا يَقْبَلُهُ بِالنَّهَارِ , وَأَنَّهُ لَا يَقْبَلُ نَافِلَةً حَتَّى تُؤَدَّى الْفَرِيضَةُ , وَإِنَّمَا ثَقُلَتْ مَوَازِينُ مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِاتِّبَاعِهُمُ الْحَقَّ فِي الدُّنْيَا وَثِقَلُهُ عَلَيْهِمْ , وَحَقَّ لِمِيزَانٍ يُوضَعُ فِيهِ الْحَقُّ غَدًا أَنْ يَكُونَ ثَقِيلًا , وَإِنَّمَا خَفَّتْ مَوَازِينُ مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِاتِّبَاعِهُمُ الْبَاطِلَ فِي الدُّنْيَا وَخِفَّتِهِ عَلَيْهِمْ , وَحَقَّ لِمِيزَانٍ يُوضَعُ فِيهِ الْبَاطِلُ غَدًا أَنْ يَكُونَ خَفِيفًا , وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى ذَكَرَ أَهْلَ الْجَنَّةِ فَذَكَرَهُمْ بِأَحْسَنِ أَعْمَالِهِمْ , وَتَجَاوَزَ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ ، فَإِذَا ذَكَرْتَهُمْ قُلْتَ : إِنِّي لَأَخَافُ أَنْ لَا أَلْحَقَ بِهِمْ , وَأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى ذَكَرَ أَهْلَ النَّارِ فَذَكَرَهُمْ بِأَسْوَأِ أَعْمَالِهِمْ , وَرَدَّ عَلَيْهِمْ أَحْسَنَهُ , فَإِذَا ذَكَرْتُهُمْ قُلْتُ : إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا أَكُونَ مَعَ هَؤُلَاءِ , لِيَكُونَ الْعَبْدُ رَاغِبًا رَاهِبًا , لَا يَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ وَلَا يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَتِهِ عَزَّ وَجَلَّ , فَإِنْ أَنْتَ حَفِظْتَ وَصِيَّتِي فَلَا يَكُنْ غَائِبًا أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنَ الْمَوْتِ , وَهُوَ آتِيَكَ , وَإِنْ أَنْتَ ضَيَّعْتَ وَصِيَّتِي فَلَا يَكُنْ غَائِبًا أَبْغَضُ إِلَيْكَ مِنَ الْمَوْتِ , وَلَسْتَ بِمُعْجِزِهِ

Menjelang wafatnya, Abu Bakr rodiyallohu ‘anhu memenggil Umar bin al-Khottob rodiyallohu ‘anhu dan berkata kepadanya:

“Wahai Umar, bertakwalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya ada perbuatan yang harus dikerjakan untuk Alloh pada malam hari yang tidak diterima-Nya jika dikerjakan pada siang hari. Ada juga perbuatan yang harus dikerjakan untuk Alloh pada siang hari yang tidak akan diterima-Nya jika dikerjakan pada malam hari. Sesungguhnya Alloh tidak akan menerima amalan yang sunnah sebelum yang wajib dilaksanakan. Ketahuilah bahwa orang-orang yang memiliki  timbangan amalan kebaikan yang berat di akhirat, adalah mereka yang selalu mengikuti kebenaran di dunia. Kebenaran itulah yang memberatkan timbangan mereka. Sungguh, timbangan tidak akan menjadi berat kecuali di atasnya ada kebenaran.

Adapun orang-orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang ringan di akhirat adalah mereka yang  mengikuti kebatilan selama hidup di dunia. Kebatilan itulah yang membuat timbangan mereka menjadi ringan. Sungguh, timbangan tidak akan menjadi ringan kecuali di atasnya ada kebatilan.

Sesungguhnya Alloh menyebutkan penghuni surga, Dia ceritakan amal-amal terbaik mereka dan Dia memaafkan kejelekan-kejelekan mereka. Jika engkau ingat mereka, kau akan berkata: ‘aku takut tidak masuk golongan mereka’.

Alloh juga menyebutkan penghuni neraka, Dia ceritakan amal-amal mereka yang terburuk dan menolak kebaikan mereka. Jika engkau ingat mereka, kau akan berkata: ‘aku berharap tidak termasuk golongan mereka’. Semuanya agar hamba selalu memiliki harapan dan kekhawatiran, tidak terlalu berangan-angan atas nama Alloh dan tidak juga putus asa dengan rahmat kasih sayang-Nya ‘Azza wa Jalla.

Jika engkau menjaga wasiatku ini, maka tak ada satu pun yang paling engkau senangi dari yang hal yang gaib kecuali kematian. Jika engkau menyia-nyiakan wasiatku ini, maka tak ada satu pun yang paling engkau benci dari yang hal yang gaib kecuali kematian. Engkau pasti bisa melakukannya”. (Hilyatul Awliya wa Tobaqotul Ashfiya: 80)

One thought on “Nasihat Sahabat Mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *