Mutiara Kata Imam As-Syafii

MUTIARA KATA IMAM AS-SYAFII

قَالَ الشَّافِعِيُّ : وَأُحِبُّ لِمَنْ أَصَابَ ذَنْبًا فَسَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ وَيَتُوبَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ وَكَذَلِكَ رُوِيَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ ، وَعُمَرَ أَنَّهُمَا أَمَرَا رَجُلاً أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ.

Asy-Syafii rohimahulloh berkata: “Aku anjurkan bagi siapapun yang terjebak dalam dosa yang ditutupi Alloh (artinya tidak diketahui oleh orang lain), hendaklah dia tutupi hanya dia sendiri yang tahu dan cukup dia taubat kepada Alloh subhanahu wa Taala saja. Itulah yang diriwayatkan bahwa Abu Bakr dan Umar memerintahkan seseorang untuk menutup masalah dosanya itu hanya diketahui dirinya sendiri”. (Riwayat at-Tirmidzi: 3/98)

قَالَ الشَّافِعِيُّ: (… وَلَأَنْ يُبْتَلَى الْمَرْءُ بِمَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ خَلَا الشِّرْكَ بِاللَّهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يُبْتَلَى بِالْكَلَامِ) .

Asy-Syafii rohimahulloh berkata: “Seseorang yang terjatuh dalam hal yang dilarang Alloh (maksiat) selain syirik kepada-Nya lebih baik daripada dia terjerumus dalam filsafat (ilmu kalam)”. (Ahadits fi Dzammil Kalam wa Ahlih: 1/81)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *