Jangan Kau Takuti Rizkimu

JANGAN KAU TAKUTI RIZKIMU

Alloh Subhanahu wa Taala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)

“Sesungguhnya Alloh Maha Pemberi rizki Yang Maha Kuat dan Kokoh”. (Qs. Adz-Dzariyat [51]:58)

2466- حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ بْنِ نَشِيطٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي خَالِدٍ الوَالِبِيِّ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ ، وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ.

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ، وَأَبُو خَالِدٍ الوَالِبِيُّ اسْمُهُ : هُرْمُزُ.

Abu Huroiroh rodiyallohu anhu berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Anak Adam, Penuhi hidupmu dengan ibadah kepada-Ku, niscaya Aku memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutupi kefaqiranmu. Jika kau tidak lakukan, niscaya Aku penuhi kedua tanganmu kesibukan dan tidak aku tutupi kefaqiranmu”. (Hadis riwayat at-Tirmidzi: 2466, dia mengatakan: ini adalah hadis hasan ghorib dan riwayat Ibnu Majah: 4107)

إِذِ الْقَلْبُ مَحَلُّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ وَالْمُرَادُ مِنَ التَّفَرُّغِ لِلْعِبَادَةِ إِيْثَارُهَا عَلَى حُظُوْظِ الدُّنْيَا وَالْإِتْيَانُ بِمَا أُمِرَ بِهِ مِنْهَا فَلَا تُلْهِيْهِ عَنْ ذِكْرِ اللهِ لَا أَنَّهُ لاَ يَفْعَلُ إِلاَّ الْعِبَادَةَ… 

وَالْمُرَادُ أَنَّهُ لاَ يَبْقَى لِلْفَقْرِ ضَرَرٌ بَلْ يُغْنِيْهِ اللهُ فِي نَفْسِهِ وَيُبَارِكُ لَهُ فِي الْقَلِيْلِ مِنْ مَالِهِ

“Karena hati adalah tempat kaya dan miskin papa. Yang dimaksud memenuhi hidup dengan ibadah adalah lebih mendahulukan ibadah di atas segi-segi dunia dan melaksanakannya sesuai yang diperintahkan secara seksama, sehingga dunia tidak melalaikannya dari zikir (mengingat) Alloh, bukan berarti ga ada kerjaan lain kecuali ibadah harian…

Sedangkan (maksud menutupi kefaqiranmu) adalah kefaqiran tidak membawa celaka sedikitpun, bahkan Alloh akan mengakayakan di dalam jiwanya serta memberikan keberkahan dari hartanya yang sedikit”. (At-Tanwir Syarh al-jamiis Shogir: 3/418)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *