robbaniyyah

Belajar Agama Sebelum Terlambat

BELAJAR AGAMA SEBELUM TERLAMBAT

بَابُ الِاغْتِبَاطِ فِي الْعِلْمِ وَالْحِكْمَةِ

وَقَالَ عُمَرُ تَفَقَّهُوا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوا قَالَ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ وَبَعْدَ أَنْ تُسَوَّدُوا وَقَدْ تَعَلَّمَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كِبَرِ سِنِّهِمْ

Bab Iri terhadap Ilmu dan hikmah.

Umar rodiyallohu anhu berkata: Belajarlah memahami agama sebelum kalian menjadi tokoh yang dihormati, begitu juga sesudahnya. Sesungguhnya para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam belajar di umur tua mereka”. (Shohih Al-Bukhori: 1/52)

Ibnu Hajar al `Asqolani rohimahulloh menjelaskan:

مَعْنَاهُ تَفَقَّهُوا وَأَنْتُمْ صِغَارٌ قَبْلَ أَنْ تَصِيرُوا سَادَةً فَتَمْنَعُكُمُ الْأَنَفَةُ عَنِ الْأَخْذِ عَمَّنْ هُوَ دُونَكُمْ فَتَبْقُوا جُهَّالًا وَفَسَّرَهُ شِمْرٌ اللُّغَوِيُّ بِالتَّزَوُّجِ فَإِنَّهُ إِذَا تَزَوَّجَ صَارَ سَيِّدَ أَهْلِهِ وَلَا سِيَّمَا إِنْ وُلِدَ لَهُ 

“Artinya adalah Belajarlah memahami agama saat kalian masih kecil sebelum kalian menjadi tokoh-tokoh dewasa, di saat itu malu kalian akan mencegah kalian belajar dari orang-orang di bawah kalian, sehingga kalian tetap menjadi orang bodoh. Syimr seorang ahli bahasa Arab mentafsirkannya dengan kawin, karena orang yang sudah kawin akan menjadi pemimpin keluarga, apalagi di saat memiliki anak”. (Fathul Bari: 1/166)