Berlindung dari Azab Kubur dengan Membaca QS. Al Mulk Setiap Malam

Dalam sebuah hadis dijelaskan:

2891- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ عَبَّاسٍ الجُشَمِيِّ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ سُورَةً مِنَ القُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ ، وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ. هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ.

Nabi Shollallohu `alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ سُورَةً مِنَ القُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ ، وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

“Sesungguhnya ada satu surat al-Qur`an yang berjumlah 30 ayat akan memberi syafaat untuk seseorang sampai dia diampuni, yaitu surat Tabarokalladzi bi yadihil Mulk (al-Mulk)” (Hadis riwayat at-Tirmidzi: 2891. Dia mengatakan: ini hadis hasan).

As-Syaukani dalam kitab Nailul Author (2/241)

الْحَدِيثُ أَخْرَجَهُ أَيْضًا النَّسَائِيّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ حِبَّانَ وَصَحَّحَهُ وَحَسَّنَهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَعَلَّهُ الْبُخَارِيُّ فِي التَّارِيخِ الْكَبِيرِ بِأَنَّ عَبَّاسًا الْجُشَمِيَّ لَا يُعْرَفُ سَمَاعُهُ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَلَكِنْ ذَكَرَهُ ابْنُ حِبَّانَ فِي الثِّقَاتِ وَلَهُ شَاهِدٌ مِنْ حَدِيثٍ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ فِي الْكَبِيرِ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ

“Hadis ini disampaikan oleh an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, Ibnu Hibban dan dia menshohihkannya, juga dihasankankan oleh at-Tirmidzi. al-Bukhori dalam at-Tarikhul Kabir menilai cacat hadis ini karena `Abbas al-Jusyami tidak diketahui dengar langsung dari Abu Huroiroh. Akan tetapi, Ibnu Hibban menyebut Abbas dalam golongan perawai terpercaya. Riwayatnya ini memiliki pendukung dari hadis Tsabit dari Anas yang diriwayatkan oleh at-Thobroni dalam al-Kabir dengan isnad yang shohih”.

Az-Zarqoni rohimahulloh berkata dalam kitab Syarh al-Muwattho` (2/30)

وَأَخْرَجَ عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَالطَّبَرَانِيُّ وَالْحَاكِمُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ لِرَجُلٍ: اقْرَأْ {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ} [الملك: 1] فَإِنَّهَا الْمُنْجِيَةُ وَالْمُجَادِلَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّهَا لِقَارِئِهَا وَتَطْلُبُ لَهُ أَنْ يُنْجِيَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ، وَيَنْجُو بِهَا صَاحِبُهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.

Dikeluarkan oleh `Abd bin Humaid, at-Thobroni dan al-Hakim dari Ibnu `Abbas bahwa dia berkata kepada seseorang: Bacalah (تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ) karena surat ini penyelamat dan pembela pada hari kiamat bagi pembacanya di sisi Rob-nya. Surat ini akan meminta pembacanya diselamatkan dari azab Alloh serta pembaca  dan pecintanya akan selamat dari azab kubur”.

Abdulloh bin Mas`ud rodiyallohu `anhu berkata:

“مَنْ قَرَأَ {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ} كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ – بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، كُنَّا فِي زمَان رَسُول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ – نُسَمِّيهَا (الْمَانِعَةَ)، وَإِنَّهَا فِي كِتَابِ اللَّهِ سُورَةٌ، مَنْ قَرَأَهَا، كُلَّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ”.

“Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Alloh akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallAllohu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur).  Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabulloh. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (Atsar riwayat an-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah: 711)